Senin, 21 Juni 2010

MEMBANGUN KONSEP-KONSEP FISIKA SMP MELALUI PERCOBAAN SEDERHANA


Oleh:
Utama Alan Deta
Nadi Suprapto, M.Pd.
Jurusan Fisika FMIPA UNESA

Email:
utamaalan@yahoo.co.id
nadi_unesa@yahoo.co.id

ABSTRAK
Pembelajaran IPA di SMP sebaiknya dilaksanakan secara inkuiri ilmiah (scientific inquiry) untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja dan bersikap ilmiah serta mengkomunikasikan informasi. Tugas pertama seorang guru adalah menarik perhatian para siswanya. Dalam istilah modernnya: bagaimanakah supaya para siswa terpacu dalam setiap subjek pelajaran yang kita ajarkan? Pembelajaran hanya akan terjadi jika siswa ingin belajar. Menggunakan berbagai kejadian yang menimbulkan konflik kognitif dalam mengajarkan fisika merupakan salah satu metode dalam menimbulkan ketertarikan serta keingintahuan. Kejadian yang menimbulkan konflik kognitif, atau kejadian yang bertentangan dengan intuisi/naluri adalah kejadian atau keadaan yang bertentangan dengan yang biasanya diperkirakan orang akan terjadi.
Kejadian-kejadian ini diatur sedemikian sehingga kejadian ini menimbulkan pertanyaan di dalam benak siswa dan kemudian menggelitiknya untuk menemukan suatu jawaban atau penjelasan. Telah terbukti bahwa para siswa akan mengingat konsep-konsep fisika lebih lama jika mereka dihadapkan dengan pengalaman dan kejadian yang bertentangan dengan intuisinya. Penggunaan bahan-bahan sederhana atau menyertai pertanyaan dengan informasi yang dikenal merupakan satu dari kondisi-kondisi penting dalam proses belajar. Dalam rangka siswa dapat mempelajari sesuatu yang baru, guru harus memulai dengan sesuatu yang telah dikenal dan sudah terbiasa dengannya. Terutama dalam mempresentasikan sebuah demonstrasi atau percobaan dengan tujuan menunjukkan kejadian yang menimbulkan konflik kognitif, tidak akan berhasil kecuali dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan sederhana yang dikenal siswa.

diseminarkan di Seminar Nasional MIPA dan Pendidikan MIPA - Universitas Negeri Surabaya tahun 2008 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar